Postingan Unggulan

Pembelajaran Berdiferensiasi

19-C2 Een Nuraeny CGP Kabupaten Cilacap. Pembelajaran Berdiferensiasi  Pembelajaran Diferensiasi sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara...

Sunday, July 25, 2021

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI 1

 Tujuan

Siswa memahami struktur dan kaidah teks laporan hasil observasi baik melalui lisan maupun tulisan.

Pada topik kali ini kalian akan mengetahui seperti apa struktur dari teks laporan observasi, ciri kebahasaannya, dan berlatih menulis teks laporan dari observasi yang sudah dilakukan.

Pengertian Teks Observasi

Teks observasi merupakan teks yang berasal dari hasil observasi atau pengamatan dan juga merupakan sebuah teks yang berisi penjabaran. Teks observasi termasuk jenis teks yang berisi penggambaran atau pendeskripsian sifat-sifat umum, ciri, atau bentuk. Contohnya seperti manusia, hewan, tumbuhan, berbagai jenis benda, dan termasuk juga berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar atau yang terjadi di seluruh alam semesta ini.


Beberapa Ciri dari Teks Observasi

Teks observasi memiliki ciri-ciri yang terdiri dari ciri-ciri umum teks dan ciri-ciri kebahasaan. Kedua ciri-ciri teks observasi tersebut adalah sebagai berikut.

Ciri umum teks observasi:
1. Isi teks bersifat objektif dan tidak memihak.
2. Harus ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan dilakukan.
3. Isi teks tidak mengandung hal-hal yang bersifat penyimpangan, dugaan-dugaan yang tidak tepat, atau juga pemihakan terhadap sesuatu.
4. Teks observasi disajikan dalam bentuk yang menarik, tata bahasa yang baik, susunan teksnya logis, dan isi dari teks berbobot dan berkualitas.
5. Isi teks harus ditulis secara lengkap dan sempurna.

Ciri kebahasaan teks observasi:
1. Kata kerja atau verba seperti duduk, memilih, dan menggunakan.
2. Kata benda atau nomina seperti besi, hewan, dan buku.
3. Frasa verbal seperti bisa digabungkan, sudah selesai, dan bisa dikelompokkan.
4. Frasa nomina seperti ayam petelur dan orang lemah.
5. Berbagai istilah atau kata yang umum digunakan pada satu bidang tertentu misalnya garpu tala dan destilasi.
6. Kalimat yang hanya menggunakan satu verba atau disebut kalimat simpleks seperti “Doni meminjam banyak buku dari perpustakaan”.
7. Kalimat yang menggunakan dua verba atau lebih yang disebut dengan kalimat kompleks seperti “Pengantar barang tersebut menaruh dan mencatat setiap barang di gudang”.
8. Kata penghubung atau konjungsi seperti atau, dan, ketika.
9. Persamaan kata atau sinonim seperti menjangkau = meraih.
10. Lawan kata atau antonim seperti peningkatan X penurunan.

Poin Penting

Struktur Isi Teks Laporan Observasi

Struktur teks laporan observasi umumnya terbagi menjadi dua bentuk, di antaranya sebagai berikut.
1. Berupa pernyataan umum (definisi umum). Pernyataan umum ini berisi penerangan objek pengamatan, klasifikasi, serta keterangannya.
2. Deskripsi bagian atau aspek (anggota) yang dilaporkan. Deskripsi ini sendiri bisa ditentukan dengan mencari apa ide pokok dari setiap paragraf yang ada. Bisa ide pokok yang berasal dari awal paragraf atau deduktif dan ide pokok yang berasal dari akhir paragraf atau induktif.
3. Deskripsi manfaat. Deskripsi yang memaparkan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan.

Perhatikan Contoh Teks Laporan Observasi!

 Kunyit

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat berkhasiat yang juga banyak digunakan sebagai bumbu dapur. Nama ilmiah dari kunyit adalah Curcuma domesticaKunyit tergolong dalam kelompok jahe-jaheanZingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal di antaranya seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), koneng (Sunda), huni (Bima), kony√®' (Madura), Kunyir (Komering). Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), dan masih banyak sebutan unik tersebar dari wilayah Indonesia mengingat indonesia memiliki beragam wilayah dan bahasa obat ini memiliki warna kuning yang juga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Kunyit termasuk jenis tanaman obat atau rempah yang mudah ditemukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern.
Kunyit juga kaya akan khasiat atau manfaat. Salah satu manfaat utama kunyit adalah untuk menguatkan daya ingat seseorang dan juga memperlambat kemungkinan datangnya penyakit “pikun” atau penurunan daya ingat seseorang. Penyakit ini juga umum disebut sebagai Alzhaimer. Alzhaimer memang umum terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia tua. Akan tetapi, penyakit ini pun dapat menyerang siapa saja dikarenakan fungsi otaknya mengalami penurunan. Salah satu tanaman obat yang bisa membantu untuk menguatkan daya ingat otak adalah kunyit. Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan mencampurnya sebagai bahan masakan. Cukup sering mengonsumsi makanan yang mengandung kunyit akan membantu menguatkan daya ingat seseorang.

Khasiat kunyit lainnya adalah untuk kesehatan kulit. Ada beberapa masalah kesehatan kulit yang bisa diatasi dengan menggunakan kunyit. Pertama adalah jerawat. Jerawat timbul akibat kotoran dan juga bakteri yang tersumbat di dalam pori-pori kulit dan umumnya terjadi pada seseorang yang memiliki kulit berminyak. Kunyit bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah jerawat ini. Kunyit bisa membantu untuk menyembuhkan jerawat serta membuat kulit tetap dalam keadaan bersih. Kedua adalah kulit kering. Kunyit juga bisa membantu melembabkan kulit yang kering, salah satu caranya adalah dengan menggunakan campuran kunyit dengan susu. Ketiga adalah masalah pigmentasi. Pigmentasi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti produksi dari pigmen melanin yang berlebihan dan terlalu sering terpapar sinar matahari. Kunyit dapat membantu mengurangi pigmentasi pada kulit bila digunakan secara teratur dan konsisten.


Mari Amati Strukturnya!

Teks laporan observasi tersebut memiliki struktur yang lengkap.
1. Definisi umum terdapat pada awal paragraf, yaitu kalimat yang menjelaskan apa itu kunyit.
2. Deskripsi bagian terdapat pada kalimat-kalimat selanjutnya yang menjelaskan ciri-ciri kunyit dan dimana saja kunyit dapat ditemukan.
3. Deskripsi manfaat terdapat pada paragraf 2 dan seterusnya yang menjelaskan aneka manfaat dari kunyit.

Saturday, July 10, 2021

 Tentang refleksi pengelolaan Bapak Ibu yang saya hormati program aksinya kamu dulu 3.3 yang saya lakukan yaitu peningkatan kompetensi kepemimpinan murid Melalui aplikasi berbasis QR kode tujuannya Saya ingin mendorong kepemimpinan murid untuk menyiapkan peserta didik menjadi pemimpin masa depan berwawasan lingkungan melalui kemampuan presentasi yang dapat dipublikasikan serta mudah diakses dengan adanya QR Code untuk melaksanakan program tersebut langkah yang saya lakukan Saya mempelajari rencana kerja jangka menengah atau rkjm dan rencana kerja tahunan atau rkt SMA Negeri 1 hal ini saya lakukan untuk mengetahui kondisi target kegiatan rekomendasi program serta sarana dan prasarana pendukung program agar program yang saya lakukan tidak bertentangan dengan rkjm dan rkt sehingga program dapat dilaksanakan dengan baik dan seiring dengan rkt dan rkjm yang kedua saya menganalisis serta mengidentifikasi 7 aset modal sekolah dengan menerapkan apresiatif baca langkah Berikutnya saya membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi dengan guru pembina kurikuler bendahara sekolah PLT kepala tata usaha para Waka kemudian yang paling utama juga dengan peserta didik dan melibatkan orang tua selanjutnya yang saya lakukan adalah berkonsultasi koordinasi dengan kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah Menurut pendapat saya bahwa kepemimpinan murid dapat ditingkatkan yang paling pertama adalah dengan menyadarkan peserta didik untuk memiliki kemampuan literasi Saya yakin jika guru atau sekolah menyediakan konten-konten yang berpendidikan dan menarik peserta didik maka peserta didik akan tertarik untuk melihat dan mempelajarinya melalui QR kode ini saya akan menerapkan konsep tentang pembelajaran berdiferensiasi sehingga yang ditampilkan tidak sebatas berbentuk naskah namun juga berbentuk video dan disesuaikan dengan bakat dan minat peserta didik program-program itu diantaranya adalah 1 peduli usaha lingkungan sekolah adiwiyata atau dikenal dengan mulsa yaitu melaksanakan observasi peternakan lebah madu Latif pemilihan tempat observasi lebah madu Latif karena Peternakan ini yang terdekat dengan lingkungan sekolah dan pemiliknya merupakan akademisi dan praktisi serta alumnus SMA Negeri 1 Cipari sehingga diharapkan dapat memberikan edukasi tentang wawasan lingkungan dan kewirausahaan serta dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi berdasarkan keinginan peserta didik dan orang tua pelatihan selanjutnya yaitu pelatihan public speaking kemampuan public speaking akan membantu rasa percaya diri peserta didik Pada pelatihan ini diajarkan juga tentang pelatihan debat karena kan kondisi pandemi semua siswa bisa mengikuti pelatihan ini untuk siswa yang tidak bisa mengikuti maka kami melakukan pelatihan melalui dari dan ada kewajiban dari peserta didik untuk dapat berbagi ilmu yang sudah diperolehnya tentang public speaking untuk disampaikan kepada peserta didik yang lain aksi nyata berikutnya yaitu pembuatan tempat sampah Arduino Nano serta halang rintang saya sebagai pembina kill bekerjasama dengan guru Pembina kir yang lain untuk mendampingi peserta didik dan memfasilitasi para peserta didik yang memiliki kreativitas yang tinggi dan mampu di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi Bapak Ibu yang saya hormati selanjutnya aksi nyata yang saya lakukan adalah meningkatkan rasa jiwa seni dari peserta didik dengan cara mengadakan pelatihan angklung SMA Negeri 1 Cipari Sudah dimiliki sejak tahun 2018 namun belum difungsikan sehingga saya bekerjasama dengan Pembina ekstra seni musik untuk mengadakan pelatihan angklung sebagai sarana untuk mempresentasikan bakat seni dari peserta didik Sehingga peserta didik memiliki jiwa seni yang kuat selain berprestasi di bidang akademik program aksi nyata berikutnya yaitu peningkatan kompetensi kepemimpinan murid Melalui aplikasi semua kegiatan yang dilakukan maka salah satu cara aplikasi yaitu berbasis QR Code diawali melalui dari teks laporan hasil observasi kemudian teks prosedur dan kegiatan-kegiatan lainnya selain diikuti oleh peserta didik juga diikuti oleh guru mapel fisika dan beberapa guru yang lain ini nantinya akan dipasang di pohon-pohon sebagai identifikasi pohon dan untuk memudahkan peserta didik dalam pengamatan perasaan saya setelah melaksanakan program aksi nyata modul 3.3 sangat senang saya dapat bekerjasama dengan peserta didik orang tua peserta didik guru alumni dan para pemangku kepentingan pelajaran yang saya dapat dalam program ini saya semakin yakin bahwa untuk menciptakan suatu program diperlukan berbagai pihak saya harus meningkatkan komunikasi dan literasi saya sehingga terjalin Tras atau kepercayaan tanggapan bapak ibu guru semakin tersadarkan bahwa program guru perkiraan ini merupakan program bersama yang harus didukung oleh bersama tanggapan siswa juga sangat senang karena siswa dapat belajar meningkatkan jiwa kepemimpinannya dan belajar sesuai dengan minat dan bakatnya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman terlebih Ketika ada seorang peserta didik yang tadinya tidak ingin melanjutkan sekolah karena sering bermain game dan minder karena memiliki keterbatasan fisik namun dengan penerapan coaching peserta didik tersebut dapat aktif mengikuti program-program ini selain itu hal yang paling berharga pelajaran yang saya peroleh saya selalu melibatkan OSIS atau peserta didik dalam menyusun ide dan rancangan Saya belajar menjadi pendengar yang asertif memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merancang melaksanakan dan mengevaluasi program nya diawali dengan diskusi untuk menentukan pilihan-pilihan atau choice pilihan datang dari oleh dan untuk siswa sehingga ketika ada kendala merasa tergerak yang menjadi penggerak program ini hal ini terjadi ketika sekolah kami melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat dan tidak boleh menghadirkan peserta didik pelajaran yang diambil peserta didik yang diwakili oleh OSIS mampu menggerakkan program ini dapat terlaksana dengan baik kemudian mengalihkan yang tadinya dilaksanakan di sekolah program ini sebagian dapat dilakukan kan di rumahnya masing-masing tentunya dengan melibatkan izin dari orang tua dan keterlibatan orang tua dalam membimbing peserta didik misalnya semua pembelajaran bersifat kontekstual berdasarkan kebutuhan siswa ada beberapa siswa yang membuat Bagaimana teknik bertani yang baik bagaimana dia berwirausaha dan bagaimana dia belajar menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang menarik bagi saya saya mendapatkan kepercayaan agar program ini tidak terbatas pada program guru penggerak saja sekolah membuat program percepatan pengembangan sekolah SMA Negeri 1 Cipari dalam koordinasi dan asistensi guru penggerak Saya diberikan kepercayaan oleh sekolah untuk melaksanakan dan menjadi koordinator dari beberapa program sekolah refleksi tentang program ini yang awalnya QR Code itu hanya untuk identifikasi tanaman namun sekolah memberikan fasilitas ke depannya bahwa QR kode tidak hanya terbatas pada tumbuhan atau tanaman saja ada beberapa guru yang ikut serta dalam pembuatan QR kode terutama pada mapel nya masing yang ditempel di alat peraga sehingga memudahkan siswa untuk mengaksesnya Selain itu dari teks teks laporan hasil observasi prosedur tentang tanaman ini rencananya sekolah akan memfasilitasi untuk dibuatkan menjadi buku Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh soal-soal








Saturday, June 26, 2021

Tingkatkan Daya Kritis dan Imajinatif Melalui Literasi Keluarga Digital

Tingkatkan Daya Kritis dan Imajinatif Melalui Literasi Keluarga Digital

oleh 

Een Nuraeny

CGP 19 C2 KABUPATEN CILACAP

Pandemi koronavirus yang menjangkit Indonesia sejak bulan Maret 2020, pada akhirnya memang memaksa kita untuk menghadapi tatanan baru yang sarat gemuruh. Kita pasti menyadari, bahwa pandemi ini, telah berhasil mengancam kesehatan dan juga sendi-sendi ekonomi. Namun demikian, kita mesti "bergandeng tangan" untuk menyelamatkan masa depan. Yakni dengan, tetap memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik penerus masa depan. 

Betapapun dampak pandemi ini memaksa kita untuk menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ), bukan berarti hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang optimal seketika runtuh. Bagaimanapun juga, peserta didik kita harus tetap mendapatkan pembelajaran yang dapat meningkatkan ilmu dan kompetensinya; harus tetap mendapatkan kesempatan dan fasilitas untuk terus berkarya serta menginspirasi dunia; dan harus semakin mendapatkan perhatian khusus dalam hal kebahagiaan dan kemudahan pada proses belajarnya. Peserta didik kita mesti tetap sehat, bahagia, difasilitasi untuk berkarya, dibantu urusannya, didengarkan ceritanya.

Dunia telah berubah. Tujuan, cara dan standarnya pun juga banyak yang telah berubah. Semua mesti kembali belajar dan  semua mesti diberi kesempatan untuk mengajar serta jangan jadikan peserta didik kecanduan terhadap  Google, Kamus, Siri, atau pun kalkulator apalagi gameonline yang sarat melupakan kehidupan nyata.

Agar peserta didik tetap bisa belajar bersama keluarga maka peserta didik  harus dibangun dan dikembangkan kemampuan berlitersinya. 

Literasi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang berkaitan dengan proses memahami informasi, baik melalui membaca atau pun menulis.Kemampan berliterasi peserta didik memegang peranan penting pada keberhasilan proses pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri No 23 Tahun 2015 tentang pengembangan dan usaha menumbuhkan budi pekerti termasuk di dalamnya berkaitan dengan gerakan literasi sekolah. 

Gerakan Literasi Sekolah ini bertujuan membiasakan dan memotivasi siswa untuk mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti.

Meski masa pandemi seperti ini gerakan literasi sekolah tidak boleh berhenti. Hanya waktu dan caranya yang berbeda sesuai dinamika era digital dan situasi pandemi ini.

Di era digital ini banyak keterampilan didapat, tetapi kenyataannya di dalam keluarga belum semuanya tersentuh karena kemampuan dan keterbatasan . Peran orangtua dalam budaya membaca sangat dibutuhkan dalam semangat literasi keluarga. Keteladanan dan pendekatan partisipatoris perlu digalakkan dalam setiap keluarga. Agar ada keinginan untuk memegang buku perlu stimulus dan brain storming dalam bentuk ungkapan "malu ketika kurang membaca". Pentingnya prioritas penggunaan media digital menjadi agenda penting pada keluarga milenial. Era digital perlu diimbangi dengan penerapan nilai budaya, menjunjung tinggi etika keadaban. Salah satu cara yang dianggap relevan dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan kepribadian bangsa adalah memulai mengembangkan semangat literasi dari lingkungan keluarga. Untuk itu penulis  tertarik untuk melakukan aksi nyata menumbuhkan literasi  dengan cara Membangun Literasi Keluarga Digital di Masa Pandemi.

Keluarga yang pintar adalah keluarga yang cakap secara literasi. Semua membutuhkan proses dengan fase yang melewati tahap-tahap tertentu secara sistematis dan terencana.Berikut cara berliterasi keluarga melenial yang penulis lakukan untuk peserta didik dan keluarganya :

  1. Penyusunan ide dan rencana aksi dengan melibatkan kerjasama guru dan semua anggot keluarga peserta didik.
  2. Guru menjadi pendengar( voice) , guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merancang program literasi yang seperti apa yang meraka inginkan atau impikan.
  3. Peserta didik berdiskusi untuk menetukan pilihan-pilihan program( CHOICE).Pilihan datang dari, oleh dan untuk peserta didik. 
  4. Setelah guru dan peserta didik memilih dan menentukan program Literasi Digital Keluarga maka  Peserta didik  dan guru membuat kesepakan untuk melaksanakan program literasi keluarga tersebut sehingga peserta didik merasa memiliki dan nyakin bahwa program tersebut bukan semata-mata program sekolah tetapi program bersama bahkan programnya mereka sendiri.
  5. Setelah program dipilih dan disepakati , guru  memberikan kemerdekaan pada peserta didik untuk memilih dan membaca buku sesuai dengan tema yang telah disepakati bersama.
  6. Setelah peserta didik membaca buku atau mencermati suatu berita tertentu, peserta didik ditugaskan untuk membuat intisari bacaan atau resensi.
  7. Siswa mengumpulkan tugas untuk dievaluasi oleh guru.Tugas yang dikumplkan dapat berbentuk video ata tulisan.
  8. Guru merespon dan melakukan umpan balik tugas yang dikumpulkan peserta didik.
  9. Selanjtnya   pesta didik belajar untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga atau lingkungan sekitar rumah untuk mengkomunikasikan pemahaman atau intisari buku yang telah dibaca.
  10. Orang tua melakukan interaksi dengan anaknya untuk membangun koneksi emosional dan kebatian.
  11. Peserta didik mendokumentasikan kegiatan literasinya dan dikirim ke guru atau dipublikasikan melalui akun media sosial peserta didik, sehingga tumbuh rasa percaya diri untuk berani tampil berbicara di depan publik.
  12. Pada litersi keluarga ini , tidak saja anak sebagai peserta didik yang bercerita suatu saat orang tuanya yang berlitersi dan anaknya sebagai audiens.
  13. Langkah selanjutnya guru dan pesera didik  dan orang tua berencana untuk membuat  buku.
  14. Kegiatan ini setidaknya harus dilaporakan minimal 1 bulan 1 kali kepada guru bekerja sama dengan petugas perpustakaan dan diketahui oleh wali kelas.
Informasi lebih lanjut bisa scan pada QRCODE berikut
Beberapa video kegiatan literasi peserta didik dengan anggota keluarganya yang diunggah di media sosial


 

 

 








 



Monday, June 21, 2021

3.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Mempelajari setiap modul pada pelatihan guru penggerak membuat saya takjub dan bersyukur dapat kesempatan mengikuti pendidikan guru penggerak ini. Setiap modul saling berhubungan dalam meningkatkan kompetensi guru. Pada modul ini saya dapat mengetahui dan memahami bagaimana seorang pemimpin pembelajaran bersikap dan bertingkah laku

Perubahan yang terjadi pada cara mengambil keputusan sebelum dan sesudah pembelajaran modul ini adalah adanya sikap teliti dan sabar serta cermat melakukan sesuatu di dalam kelas dalam rangka pembelajaran yang lebih demokratis dan sesuai diferensiasi siswa di dalam kelas. Belajar tentang bahwa pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.

Pada modul 3.1 saya belajar mengenali dan menggali lebih dalam tentang jati diri saya  sebagai seorang pendidik, mempertajam keterampilan kepemimpinan saya, mengasah berbagai keterampilan manajemen sekolah serta memperkaya pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Terutama pada modul ini saya belajar tentang dilema etika dan bujukan moral.

Dilema etika adalah situasi dimana sesorang harus memilih benar versus benar. Akan tetapi secara moral benar tetapi bertentangan.Dilema etika merupakan suatu masalah yang melibatkan dua atau lebih landasan moral suatu tindakan tetapi tidak dapat dilakukan keduanya, ini merupakan suatu kondisi dimana setiap pilihan yang diambil memiliki landasan moral atau prinsip.

Sedangkan bujukan moral ialah situasi yang terjadi seorang harus memililih yang benar dan salah.

Paradigma dilema etika yaitu:

1.     individu lawan masyarakat(invidual  vs community)

2.     Rasa keadilan lawan rasa kasihan(justice vs mercy)

3.     kebenaran lawan kesetiaan(truth vs loyality)

4.     jangka pendek lawan jangka panjang(short term vs long term)

 

Prinsip prinsip yang terkandung pada seseorang dalam mengambil suatu keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu:

1.     Prinsip berpikir berbasis hasil akhir(ends-based thinking)

2.     Prinsip berpikir berbasis peraturan(rule –based thinking)

3.     Prinsip berpikir berbasis peduli(care-based thinking)

 

Langkah Pengujian Keputusan

1.     Mengenali nilai-nilai yang bertentangan

2.     Menentukan siapa yang terlibat

3.     Kumpulkan fakta-fakta yang relevan

4.     Pengujian benar atau salah

5.     Pengujian paradigm benar lawan benar

6.     Melakukan prinsip resolusi

7.     Investigasi opsi trilema

8.     Buat keputusan

9.     Lihat lagi keputusan dan refleksikan

 

Contoh pengelaman sitasi dilema etika

Di suatu kelas, bendahara kelas merasa kehilangan uang kas kelas untuk kegiatan perlombaan kelas.Selanjutnya wali kelas beserta guru olah raga(karena saat itu mau masuk pelajaran olah raga)  memeriksa agar dapat menemukan siapa yang mengambil uang tersebut. Namun belum juga ditemukan. Sehingga wali kelas menyampaikan bahwa jika hari ini malu untuk mengakui kesalahannaya maka Ibu guru tungu sampai nanti jam istirahat. Jam istirahat berlalu, siswa belum ada yang mengakui. Berdasarkan kronologi beberapa siswa, wali kelas sangat yakin bahwa yang mengambil adalah siswa di kelas tersebut. Tiba tiba pada jam pelajran terakhir ada ketua kelas dan bendahara kelas menyampaikan bahwa yang mengambil adalah anak A dan B. Tetapi dia takut untuk menyampaikan sendiri. Setelah jam pelajaran selesai wali kelas dan siswa di kelas tersebut pulang maka wali kelas mengklarifikasi kebenaran dari informasi ketua elas tersebut. A dan B mengakui bahwa dia yang mengambil uang tersebut dan disembunyikan di atas ruang kamar mandi siswa. Guru mendokumentasikan pengakuan siswa tersebut dan ternyata uangnya ada di atas ruang kamar mandi.(dengan tidak diketahui siswa guru merekam kejadian itu).

Guru tersebut merasa bimbang apakah harus disampaikan ke guru BK atau diatasi sendiri?

Berdasarkan kasus tersebut langkah langkah pengujian keputusan yaitu:

1.     Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

        Dengan cara memahami atau mencermati aturan yang ada di sekolah seperti norma sopan santun, tatib sekolah.

2.     Menentukan siapa yang terlibat

          Cek siapa saja yang terlibat sebagai subyek atau obyek masalah

         Sebagai subyek/ pemangku kepentingan (stake holder) adalah guru mapel, guru bk dan ks, sebagai obyek masalah adalah         siswa.

3.     Kumpulkan fakta-fakta yang relevan

Bukti, fakta yang ada seperti barang/ uang, korban, pelaku, saksi.

4.     Pengujian benar atau salah

Untuk pengujianya disesuaikan dengan peraturan benar atau salah, jika langkahnya sesuai peraturan maka itu sudah benar.

5.     Pengujian paradigma benar lawan benar

Guru mengingkatkan itu benar, guru melakukan tindakan benar

Tidak benar jika menyimpulkan sendiri tanpa koordinasi dengan stake holder yang ada.

6.     Melakukan prinsip resolusi

Menyarankan penggunaan dengan cara-cara demokratis dankonstruktif untuk menyelesiakn konflik.

Dengan memberikan kesempatan pada pihak-pihak yang berkonflik untuk memecahkan masalah mereka snediri atau dengan melibatkan pihak ketiga.

7.     Investigasi

Pengecekan lapangan agar fakta yang ada bisa dikonfrontir agar tidak terjadi pembiasan masalah.

Melakukan praktik keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema etika yang dihadapi oleh dirinya sendiri maupun orang lain;

8.     Buat keputusan

Guru melaporkan ke wali kelas setelah mendapatkan bukti yang kuat.

9.     Lihat lagi keputusan dan refleksikan

          Apakah keputusan ini sudah benar, apa dampaknya bagaimana mengatasi kedepannya jika ada kasus serupa.

 

Setelah mempelajari modul ini CGP mampu bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut.memilih dan memahami 3 (tiga) prinsip yang dapat dilakukan untuk membuat keputusan dalam dilema pengambilan keputusan.

Menerapkan 9 langkah pengujian keputusan yang diambil dalam dilema pengambilan keputusan;

Belajar memahami profesi guru tidak sebatas menyampaikan materi tetapi upaya untuk memanusiakan manusia sebagai mahluk individu maupun sosial tanpa memperhitungkan untung rugi(karatatif).

Materi mengambil keputusan ini sangat penting untuk guru atau seorang pemimpin. Pentingnya topik pada modul ini bagi seorang individu dan sebagai seorang pemimpin pembelajaran yaitu menambah kompetensi pendidik dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.Terutama untuk menambah wawasan pengetahuan guru sebagai antisipasi guru jika menghadapi benturan etika dan hukum.

 

Yang saya lakukan untuk membuat dampak / perbedaan di lingkungan saya setelah mempelajari modul ini yaitu diawali mencermati materi pembelajaran yang berdiferensiasi, melakukan sosialisasi terhadap teman sekantor dengan koordinasi kepala sekolah, melakukan pembelajaran yang dikontrol oleh kepala sekolah dan diakhiri oleh refleksi pembelajaran.

Selain konsep tersebut ada hal lain yang menurut saya penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan-keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yakni sosialisasi perubahan pembelajaran yang lebih nyata, agar teman sejawat atau orang tua tidak kaget dan justru sebaliknya akan mendukung proses perubahan pembelajaran yang diinginkan.


3.1.a.3.1. Forum Diskusi Mulai Dari Diri Benar Versus Benar

 

Tulisan ini merupakan jawaban tentang Dilema Etika 

Benar Versus Benar

by EEN NURAENY 
Number of replies: 9

Dilema etika situasi dimana sesorang harus memilih benar versus benar. Akan tetapi secara moral benar tetapi bertentangan.

Bujukan moral ialah sistuasi yang terjadi seorang harus memililih yang benar dan salah contoh seseorang pinter melukis dan akan masuk perguruan tinggi seni lukis, tetapi ketika ujian matematika ia mencontek, dan ketika ketahuan gurunya, ia tidak ingin dilaporkan, agar dapat melanjutkan cita citanya melanjutkan ke jurusan seni lukis.

Kita bisa menganalisis efektifitas sebuah proses pengambilam keputusan yang telah diambil yaitu ketika keputusan tersebut diterima orang banyak, terbuka dan disetujui dengan keikhlasan serta disertai rasa tanggung jawab.

Membuat daftar tindakan atau strategi, alternatif, dan pilihan yang mungkin untuk menyelesaikan konflik tersebut. saya akan mencari informasi lebih lanjut untuk memperkuat opsi-opsi yang saya buat.


Sunday, June 20, 2021

1.3.a.5.1 Peran Stakeholder Sekolah

 

Peran Stakeholder Sekolah

by EEN NURAENY 
Number of replies: 2

Pemetaan Aktor, Pemangku Kepentingan, dan Potensi di Lingkungan Sekolah yang Berkontribusi Pada Pencapaian Visi Guru/Sekolah

 

 

NO

STAKEHOLDER

PERAN

1.

Kepala Dinas

Membuat dan menetapkan kebijakan pemerintah tentang pendidikan

 2.

Kepala Sekolah

Menterjemahkan kebijakan dari tingakt atas ke tingkat sekolah.Menetapkan kebijakan, keputusan, pengawasan dan penanggungjawab program peningkatan kualitas pembelajaran khususnya dalam meningkatkan motivasi intrinsik siswa.

3.

Komite Sekolah

Mitra pembangun sekolah.Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan; menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat baik perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya melalui upaya kreatif dan inovatif; mengawasi pelayanan pendidikan di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

Menjebatani aspirasi  dari peserta didik, orangtua/wali, dan masyarakat serta hasil pengamatan.

4.

Tim Pengembang Sekolah

Membahas dan merumuskan detail program sekolah.

5.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

Mengkoordinir dan mengembangkan kurikulum.

Eksekutor dan implementator program pembelajaran.

6.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan

Bersinergi untuk membangun dan menumbuhkan budaya tertib dan berprestasi yang berhubungan dengan kesiswaan.Mengoordinir organisasi ynag ada di sekolah, misalnya OSIS, Pramuka dan ekstrakurikuler .

7.

Waka Humas

Komunikator pihak luar dan sekolah terutama dalam menjalin komunikasi dan sosialisasi dengan orang tua, masyarakat, dinas atau lembaga terkait, dunia usaha, dan pihak lain.

8.

Waka Sarana Prasarana

Membuat dan menyusun program di bidang sarana dan prasarana ,melakukkan inventarisasi serta mengawasi pelaksanaan kebutuhan sarana dan prasarana  baik ynag berhubungan langsung dengan KBM atau yang bersifat mendukung KBM.

9.

Guru

Melaksanakan pembelajaran, tupoksi selaku pendidik,Implementator program, aktor utama dalam penerapan berbagai metode pembelajaran bermakna, menyenangkan dan berorientasi pada murid/siswa.

10.

Staf Tata Usaha

Mendukung pelaksanaan program dengan melayani dan membantu guru dan siswadalam  administrasi sekolah.

11.

Camat Cipari

Pemangku Wilayah, Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi perangkat dan tempat sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata.

12.

Kelapa desa se Kecamatan Cipari, Sidareja, Kecamatan Wanareja dan Kecamtan Kedungreja

Kolaborasi dalam implementasi program dengan beberapa desa di Kecamatan Cipari, Kec.Kedungreja, Kec.Wanareja, dan Sidereja terutama dalam sosialisasi Zonasi PPDB, bakti sosial dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan serta memerlukan dukungan pejabat setempat.

13.

Kepala Desa Mulyadadi

Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi perangkat dan tempat sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata.

14.

Pengurus Tempat Ibadah Setempat

Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi perangkat dan tempat sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata. Misalnya  GERAKAN SUBUH BERJAMAH SISWA DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL PESERA DIDIK atau kegiatan kerohanian yang sesuai dengan agama yang dianut peserta didik

 

 

15.

Ketua RW dan Ketua RT Setempat

Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi lingkungan warga sekitar sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata.

16.

Pengusaha setempat

Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi lingkungan usaha sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata , tempat belajar observasi peserta didik dan kerja sama dalam pemasaran produk hasil peserta didik.

17.

Pemilik usaha pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

Kolaborator dalam implementasi program melalui fasilitasi lingkungan usaha sebagai salah satu ekosistem belajar siswa di kehidupan nyata, sebagai tepat untuk laboratorium kehidupan .

18.

Perguruan Tinggi

Sosialisasi dan motivasi kerja sama dalam dunia pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

19.

Batalion infanteri 405 Surya Kusuma

Penanaman kedisiplinan. Motivator dan Istruktur lomba PBB serta membina kepemimpina pada organisasi siswa.

20.

Televisi atau radio lokal

Sarana komunikasi, sosialisasi program sekolah.

21.

Ikatan Alumni

Katalisator memberikan masukkan kritis dan membangun kepada almamater, kontributor materi dan immateri serta sebagai  iron stock regenerasi meneruskan kinerja pendahulinya  dengan kualitas kompetensi yang mumpuni.

22.

PMI

Bersinergi membina PMR, kegitan donor darah dan bakti sosial.

23.

Puskesmas Cipari

Bersinergi dam kegiatan kesehatan

24.

Dinas  PLKB

Pembinaan Generasi GENRE

 

 


1.3.a.5 Baru Tahu , Ternyata Ini Niat Murid Ke Sekolah

 Indonesia memiliki sejarah panjang tentang cerita heroisme, kesatriaan, dan kepatriotan di seluruh pulau-pulaunya, termasuk sejarah panjang peran pendidikan dalam melawan penjajahan. Pendidikan sebagai gerbang emas menuju kemerdekaan dan kebebasan berbudaya.

Salah satu tokoh penting dalam pendidikan dunia sebagai peletak dasar pendidikan Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara.

Saya sangat optimis ada mimpi dan cita cita dalam benak setiap anak saat mendatangi sekolah. Saya percaya murid punya inisiatif belajar meski tidak disuruh guru. Ternyata niat murid ke sekolah tidak sama, ada yang ingin menggapai cita-citanya ada juga yang mereka datang ke sekolah karena rutinitas sendiri bahkan ada juga hanya sebatas untuk uang jajan atau mendapatkan teman pribadi.Guru harus mengenal keberagaman dari peserta didik. Menuntun dan memotivasi murid menemani perjalanan menuju cita-citanya menjadi manusia unggul.

Saya percaya anak telah berlangsung sebagai subyek dalam pembelajaran. Namun saya belum melakukan kesepakatan kelas dan refleksi apakah murid telah diperlakukan sebagai subjek dalam pembelajaran. Saya melakukan apresiasi terhadap siswa.   Setelah mempelajarai modul 1.1 saya selalu berusaha untuk melakukan refleksi sebagai cerminan diri sehingga pembelajaran menjadi lebih baik dan menyenangkan dengan cara kontruksi dan produksi. Agar tumbuh Friend State (Kondisi Pertemanan) yang akan menumbuhkan kepercayaan, loyalitas, intregritas dan komitmen

Kelas adalah rumah murid. Fisik ruang kelas memang memengaruhi kedinamisan tetapi ada yang lebih penting yaitu karakter atau atmosfer belajar di kelas. Setelah saya mempelajari modul 1.1, saya beranggapan bahwa saya harus menjadi tamu yang baik di rumah murid-murid.   Begitu melangah ke ruang kelas ada tanggung jawab moral di kaki langkah pertama untuk menghormati murid sebagai tuan rumah dan memberikan yang terbaik sehingga tidak mendominasi saat pembelajaran.

Kecerdasan Fisik (kecerdasan fisik) .Penampilan guru sangat memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar.

Kecerdasan fisik perlu diperhatikan oleh saya sebagai guru. Karena anak secara visual lebih dekat melihat dan mudah memahami visual saya dengan rapi dan menarik.

Ketercapain kurikulum harus dicapai tanpa pembatasan kemerdekaan.

Budaya positif sekolah harus tumbuh dan berkembang agar dapat mewujudkan sekolah merdeka sehingga melahirkan manusi yang unggul.