Monday, March 22, 2021

VISI SEKOLAH

Visi adalah impian / harapan ideal yang ingin dicapai komunitas sekolah. Visi sekolah adalah tujuan bersama komunitas sekolah masa depan dan semua pemangku kepentingan, serta dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan kepada komunitas sekolah dan semua pemangku kepentingan.

 Untuk menentukan arah pengembangan dan perubahan menuju keberhasilan transformasi pendidikan yang dicita-citakan, kehadiran visi menjadi bagian yang esensial. Visi berkaitan dengan want to be seseorang, suatu organisasi atau kelompok. Visi sekolah berarti gambaran masa depan sekolah yang diharapkan akan terwujud, mulai dari input, proses, maupun outputnya.

Mewujudkan prestasi akademik dan non-akademik yang kompetitif. Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional. Menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.

VISI, MISI, DAN TUJUAN
SMA  Negeri 1 Cipari
TAHUN 2015/2016
 
 
VISI
“Maju Berprestasi dalam Bingkai Iman dan Taqwa”
 
Dengan indikator Ketercapaian visi sekolah :
  1. Sekolah mendapatkan nilai  “A” dalam akreditasi sekolah oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah.
  2. Jumlah pendaftar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 150% dari daya tampung.
  3. Sekolah masuk 10 besar dalam perolehan nilai Ujian Nasional.
  4. Rata-rata angka kehadiran guru dan siswa lebih dari 95% .
  5. Rata-rata angka keterlambatan siswa tidak lebih dari 2 % .
  6. Lebih dari 1 % jumlah siswa menjuarai POPDA, OSN  dan OOSN tingkat kabupaten.
  7. Sarana dan prasarana sekolah aman dan nyaman digunakan.
  8. 100 % siswa, guru dan karyawan berpakaian sesuai dengan aturan sekolah dan agama yang dianutnya.
  9. Peserta shalat jamaah di sekolah melampaui daya tampung daya tampung masjid sekolah.
  10. Sekolah memfasilitasi siswa memperingati hari besar keagamaannya.


    MISI
Untuk menjaga agar tidak terjadi penyimpangan terhadap visi yang telah ditetapkan, visi tersebut dijabarkan ke dalam misi sekolah sebagai berikut :
  1. Melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
  2. Memberikan bekal akademik yang cukup bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  3. Mewujudkan prestasi akademik dan non-akademik yang kompetitif.
  4. Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional.
  5. Menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.
  6. Mewujudkan karakter yang relegius, berbudaya dan mampu beradaptasi dalam masyarakat.
  7. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, indah dan rapih.
  8. Menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler dan pengembangan diri yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
  9. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil.
  10. Mewujudkan manajemen sekolah yang transparan, mutakhir dan akuntabel.
MOTTO SEKOLAH
“Relegius, Profesional, Mandiri”
 
TUJUAN SEKOLAH
 
Agar misi yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka sekolah menetapkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai sekolah sebagai berikut :
 
1. Tujuan Jangka Panjang.
 
Menjadikan SMA N 1 Cipari sebagai sekolah percontohan di Wilayah Cilacap bagian barat.
 
2. Tujuan Jangka Menengah.
 
Tujuan jangka menengah adalah tujuan yang hendak dicapai sekolah dalam kurun waktu 6 tahun kedepan. Tujuan jangka menengah kami tetapkan sebagai berikut :
  1. Tercukupinya sarana dan prasarana intra kurikuler.
  2. Tercukupinya sarana dan prasarana kebutuhan ekstra kurikuler.
  3. Tercukupinya jumlah guru yang sesuai dengan bidang studi yang diampu.
  4. Tersedianya jumlah karyawan yang sesuai dengan kebutuhan.
  5. Tersedianya fasilitas Teknologi Informasi yang memadai.
  6. Terciptanya budaya belajar, budaya bekerja, budaya berprestasi, budaya melayani, budaya menghormati dan budaya mengasihi.
3. Tujuan Jangka Pendek.
 
Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang hendak dicapai pada tahun yang sedang berjalan  dan menjadi pedoman dalam penyusunan program kerja sekolah. Tujuan jangka pendek kami tetapkan sebagai berikut :

 

  1. Tersedianya ruang belajar sebanyak 18 ruang lengkap dengan LCD Proyektor.
  2. Tersedianya ruang lab. komputer yang memadai
  3. Tersedianya ruang perpustakaan yang memadai
  4. Tersedianya alat musik band secara lengkap.
  5. Tersedianya sarana olahraga yang memadai
  6. Tersedianya ruang perkemahan yang memadai
  7. Tersedianya guru yang memahami dan mampu melaksanakan kurikulum 2004
  8. Tersedianya sarana pembelajaran yang siap pakai
  9. Tersedianya jaringan internet dengan bandwith yang mencukupi.
  10. Tersedianya prasarana pembelajaran yang memadai (Urinoir, koridor, ruang kelas dan mebeler kelas)


VISI SMA NEGERI 1 CIPARI (LAMA)



VISI SMA NEGERI 1 CIPARI (BARU)


AKSI NYATA BUDAYA POSITIF SMAN 1 CIPARI

SMA N 1 CIPARI
Salah satu keunikan dan keunggulan sebuah sekolah adalah memiliki budaya sekolah (school culture) yang kokoh dan tetap eksis. Budaya sekolah (school culture) merupakan kata kunci (key word) yang perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari para pengelola pendidikan. Budaya sekolah perlu dibangun berdasarkan kekuatan karakteristik budaya lokal masyarakat tempat sekolah itu berada.

Salah satu budaya positif di SMA Negeri1 Cipari Cilacap yaitu budaya literasi yang sudah berkembang, saya sebagai guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan menjadi teladan yang baik. Salah satu kegiatan literasi yang saya ikuti yaitu pelatihan ekosistem sekolah literat. Tantangan masyarakat masa kini dan masa depan sudah banyak disuarakan, satu hal yang perlu reformasi segera adalah melek literasi. Program Ekosistem Sekolah Literat mendorong interaksi para pelaku pendidikan, bukan hanya guru, melainkan juga orang tua, dan komunitas baca untuk meningkatkan minat baca siswa melalui pengenalan berbagai strategi membaca yang menyenangkan dan interaktif.

Di sela padatnya kegiatan Lokakarya pada tanggal 12 Desemer 2020 , alhamdulilah bisa mengikuti Graduation Master Trainer Literacy PSF School Development Outreach secara daring dan menerima penghargaan dengan kategori Membaca Nyaring Terbaik.

Sebanyak 302 Diseminator ( 75 relawan + 227 guru binaan) telah mendiseminasikan Praktik Baik kepada 8.512 guru dan pegiat literasi, 1.230 murid dan orang tua.

Durasi program ini selama 6 bulan, diawali dengan seleksi calon Master Trainer literasi, pembinaan calon Master Trainer, Diseminasi (daring dan luring) kepada Guru & Pegiat Literasi dan diakhiri kegiatan Pengimbasan ke Orang Tua dan Murid.

Program Ekosistem Sekolah Literat mendapat apresiasi dari Dirjen GTK Bapak Iwan Syahril.

https://www.youtube.com/watch?v=H_0PEPWvxnk&t=28s

Kegiatan literasi lainya yaitu saya menulis buku ANTOLOGI PUISI IBU.

Puisi yang saya bacakan pada kesempatan kegiatan hari ibu yaitu puisi Energi Cinta Untuk Ibu. Mohon berkenan membuka link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=FNgBPpA8wy4&t=10s












Pembelajaran Yang Berpihak Kepada Anak

 Pembelajaran Berdiferensiasi

Beda dan unggul, itu yang menjadi pertimbangan saya dalam menyampaikan dan mengemai pembelajran . Setiap anak pada dasarnya dalah pribadi yang berbeda dan unggul. Kewajiban guru untuk terus menggali kununikan agar menjadisesuiatuyang unggul. Keinginan yang kuat untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik kepada siswa selama pandemi mendorong saya untuk melakukan segala macam hal. Termasuk mempelajari hal-hal baru dalam pemanfaatan teknologi. apa yang bisa dilakukan dalam menghangatkan hubungan yang memanusiakan manusia untuk berpartisipasi?

 1. Sapa mereka dengan antusias dan unik.

 2. Inkuiri: cerita tentang liburan, hobi baru, aktivitas keluarga, hal-hal bahagia atau sedih, harapan, dll. 

3. Melaksanakan kegiatan bersama yang berhubungan dengan anak.

 4. Merencanakan kegiatan belajar bersama. Anak-anak dan orang tuanya berhak mengetahui apa yang

      akan mereka pelajari di semester berikutnya.

Berikut kegiatan saya dalam upaya memberikan pelayan kepada anak agar setiap anak dapat mengeksplorasi dirinya,


Pembelajaran  Daring





Pembelajaran pada siswa yang mengalami kendala jaringan internet




Guru mengunjungi peserta didik yang memiliki potensi untuk menjadi teman sebaya.







Pembelajaran Luring Observasi Mengenal Lingkungan






Thursday, February 18, 2021

Pembelajaran Berdiferensiasi

























Sunday, February 14, 2021

Pemetaan siswa

Materi tentang pemetaan kebutuhan belajar sangat membantu saya dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Dengan memahami pemetaan murid maka saya belajar untuk dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan guru dan siswa yang memungkinkan keragaman cara untuk memcapai sasaran belajar. Bahkan dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini tidak menutup kemungkinan bahwa murid pada saat-saat tertentu merumuskan sendiri sasaran-sasaran belajarnya.Pembelajaran berdiferensiasi melalui materi (konten atau muatan), proses, dan produk yang lebih maju dan majemuk. 


2. Yang sulit diterapkan adalah menerapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar murid, terutama saat pandemi, saya belum melihat secara rinci gaya belajar masing-masing murid, apakah auditori, visual atau kinestetik. Sehingga fasilitas apa yang dapat mendukung proses belajarnya agar pembelajraan dapat terlaksana dengan maksimal. 


Beberapa peran besar orang tua dalam membimbing dan mendukung kegiatan belajar mengajar, apakah orag tua memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana dan suasana murid untuk belajar sesui dengna gaya belajarnya.Saya juga kesulitan untuk memberikan materi / konten yang beraneka ragam sesui dengan kebutuhan belajarnya, proses belajar dan produk belajar yang lebih maju. 


3. Dukungna yang diperlukan yaitu:


Dukungan paling utama dalam menerapkan ini adalah dukungan psikologis untuk diberi kepercayaan dan dukungan dalam bentuk kebijakan untuk guru dari pimpinan agar bebas berkreasi untuk meningkatkan kemajuan siswa melalui pembelajaran yang berpihak pada anak yang salah satunya dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang tentunya pembelajaran ini akan majemuk dan sedikit berbeda dengan rekan sejawat yang lain.


  1. Fasilitas, materi, bahan ajar koneksi internet antara guru dan murid
  2. Penambahan pengetahuan
  3. Umpan balik dari atasan, teman sejawat, murid, MGMP
  4. Cara saya agar mendapatkan dukungan tersebut yaitu:
  5. Percaya diri akan kemampuan diri
  6. Komitmen pada tujuan
  7. Mandiri dan senantiasa mengkolaborasikan kekuatan dengan orang lain disekitar kita
  8. Meminta umpan balik / refleksi dari rekan sejawat, / murid yang terkait dengan apa ynag kita lakukan dalam pembelajaran.


4. Saya berani mengambil risiko dalam pembelajaran saya dengan tetap mengkomunikasikan dengan pihak yang terkait misalnya rekan sejawat terutama pimpinan / Kepala Sekolah, walaupun tidak sesuai dengan sistem atau tidak umum. Karena yang tidak umum belum tentu salah. 


            Saya mempelajari materi pembelajran berdiferensiasi ini maka saya pun berefleksi setelah penyusunan perubahan berupa:


 1. Mengubah desain RPP


2. mengubah gaya kepengajaran saya berupa:


Mengubah tempat belajar di sekolah menjadi tempat lain sesuia kebutuhan siswa, misalnya di kebun karet saat laporan observasi, di rumah siswa, di peternakan, di pabrik jamu dengan tetap sesuai dengan protokol standar kesehatan. 

Mengubah pola memotivasi yang lebih menumbuhkan motivasi internal dari pada motivasi eksternal yang berupa reward dan punishment

Mengawali kelas dengan membahas bersama siswa tentang pentingnya materi pembelajaran

Mengajar dengan lebih memandirikan siswa: menghindari teknik ceramah, memanipulasi tanda, menggunakan berbagai sumber pengetahuan, tidak hanya guru sebagai sumber pengetahuan, misalnya memasukkan dan akademisi sesuai materi pelajran dan disesuiakan dengan impian siswa.Misalnya pada pertemuan materi Teks Negosiasi “Seni Bernegosiasi“ saya mengahadirkan terapkan dan akademisi sesuia minat siswa https://timesindonesia.co.id/s/u9fbxc62cj#.YCCyz_NfG7Y.whatsapp

Menutup pembelajaran dengan refleksi

Melibatkan siswa dalam proses produksi

 

Saturday, February 13, 2021

Aktivitas Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Cipari saat Pandemi

































Cerita singkat dari bisnis online ku
aku memulai bisnis online sejak aku kelas 7 SMP,alasan ku yang pertama adalah aku suka bnget jualan,dan dapet uang dari hasil sendiri itu bahagia banget walaupun ngga seberapa,disamping itu,bnyak bnget suka duka nya,suka nya ketika dibanjir orderan,duka nya kadang ada yg udah pesen eeh dibatalin tuhh pesenan,tpi menurutku itu bukan kegagalan,tapi itu awal dari kesuksesan.disamling itu ada keluarga yg selalu mensuport.aku memulai bisnis online ku dengan berjualan baju,kerudung,sendal,dan fashion lainnya.Penghasilan dari bisnis online ku cukup lumayan,alhamdulillah bisa beli apa yg aku pngen,beli baju sendiri,tas,sendal,dan keperluanku yg lain.Dan aku masih ngga nyangka aku bisa beli hp pke uang aku sendiri.walaupun orang tua masih mampu ngebiayain,tapi aku ngga mau terlalu berharap sama uang orang tua:)karena hidup tidak selamanya jadi beban orang tua.